Ain Sefra adalah Pintu Gerbang menuju gurun,
terakhir kali salju turun pada 18 Februari 1979 , sudah hampir 37 tahun Kejadian menarik terjadi di Aljazair, di mana Gurun Sahara telah
diselimuti dengan salju Senin siang. Pasir berwarna merah di gurun Sahara
di Kota Ain Sefra akhirnya berubah menjadi putih setelah diselimuti
salju.
Seorang fotografer amatir, Karim Bouchetata berhasil merekam
pemandangan menakjubkan Senin siang (19/12/2016) tersebut.
Sebelumnya, badai salju melanda kota itu selama setengah jam.
Pemandangan bersalju itu hanya bertahan selama sehari di kota tersebut yang
terletak sekitar 1.000 meter dari permukaan laut dan dikelilingi pegunungan
Atlas.
Gurun Sahara yang meliputi utara Afrika telah melalui berbagai
perubahan suhu dan kelembaban sejak beberapa ratus tahun lalu.
Gurun itu adalah antara daerah paling panas dan kering di dunia
pada hari ini meskipun diharapkan diselaputi kehijauan selama 15.000 tahun
mendatang.
Suhu biasa di Ain Sefra pada tahun lalu adalah 20 derajat
celcius namun Barbara yang diprediksi melanda pada Jumat dan Sabtu ini
diharapkan membawa angin kencang dan hujan. Artinya, Gurun Sahara yang
biasanya mempunyai temperatur 30 derajat celcius telah memiliki salju
dibandingkan Inggris tahun ini.
Sebagaimana diketahui, Ain Sefra adalah Pintu Gerbang menuju
gurun, terakhir kali melihat keajaiban ini 18 Februari 1979 alias sudah hampir
37 tahun baru muncul.
Kali ini salju bertahan selama sehari sebelum akhirnya meleleh.
“Semua orang tercengang ketika melihat salju turun di gurun. Ini
sangat jarang terjadi. Ini terlihat sangat luar biasa saat salju jatuh ke pasir
dan menjadikan set foto yang bagus.
“Salju tersebut bertahan selama sehari dan sekarang telah
meleleh,” ujarnya.
Sumber :
hidayatullah.com

