Ketika kita melakukan haji atau pun umrah, maka kita akan
menginjakkan kaki di salah satu masjid di Madinah yang begitu istimewa. Ya,
Masjid Nabawi merupakan masjid kedua setelah Masjid Quba yang dibangun oleh
Rasulullah ﷺ ketika hijrah ke Madinah. Di masjid ini juga terdapat makam
Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya.
Kini, kita mendengar kabar yang menyedihkan. Di mana orang yang
mengakhiri hidupnya secara tragis, membuat keresahan di Madinah, tepatnya
berdekatan dengan Masjid Nabawi. Sebab, di sanalah ia melakukan aksi bom bunuh
diri, yang merugikan banyak orang. Mungkin, orang tersebut berniat
menghancurkan Masjid Nabawi –wallahu ‘alam—. Tapi, siapa pun dia tidak akan
pernah ada yang bisa menghancurkan tempat tersebut, kecuali dengan izin Allah
SWT. Mengapa?
Masjid Nabawi memiliki keutamaan tertentu yang tidak dimiliki
oleh masjid-masjid lainnya. Hanya masjid pilihan yang mendapatkan keutamaan
ini. Apa keutamaan masjid ini?
Masjid Nabawi adalah salah satu dari tiga masjid yang disebutkan
Al-Quran. Sebab, Allah SWT berfirman, “Mahasuci Allah yang telah memperjalankan
hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah
Kami berkahi sekelilingnya,” (QS. Al-Isra’: 1).
Disebutkan Masjid Aqsha adalah isyarat nyata kepada Masjid
Nabawi, karena aqsha adalah isim tafdzil (kata benda untuk melebihkan) dari
kata qashi (jauh). Jadi, bagi orang yang berada di Makkah Al-Mukarramah, maka
masjid yang jauh darinya adalah Masjid Nabawi, sedang Masjid Aqsha itu sendiri
adalah Baitul Maqdis. Allah SWT menyebutkan Masjid Nabawi dengan isyarat kedua
masjid tersebut, karena Masjid Nabawi belum ada ketika ayat-ayat Quran
diturunkan.
Tentang keutamaan Masjid Nabawi, Rasulullah ﷺ bersabda, “Shalat
di masjidku ini lebih utama daripada seribu shalat di masjid lainnya kecuali
Masjidil Haram dan shalat di Masjidil Haram itu lebih utama daripada seratus
ribu shalat di masjid lainnya,” (Diriwayatkan Muslim).
Rasulullah ﷺ menjadikan Masjid Nabawi sebagai masjid kedua di
mana bepergian tidak diperintahkan dengan sangat kecuali kepadanya. Rasulullah
ﷺ bersabda, “Bepergian itu tidak diperintahkan dengan sangat kecuali ke tiga
masjid, Masjid Haram, masjidku ini dan Masjid Aqsha.”
Rasulullah ﷺ memberi keistimewaan khusus kepada Masjid Nabawi
yang tidak dimiliki masjid-masjid lainnya, yaitu Raudhah (taman) mulia yang
disabdakan Rasulullah ﷺ dalam hadisnya, “Di antara rumahku dengan mimbarku
terdapat salah satu Raudhah (taman) di taman-taman surga,” (Muttafaq alaih).
Diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa shalat
empat puluh shalat di masjidku ini dan tidak ada satu shalat pun yang
terlewatkan darinya, ia ditulis bebas dari neraka, bebas dari siksa dan bebas
dari kemunafikan,” (Diriwayatkan Ahmad, Ath-Thabrani dan At-Tirmidzi. Namun,
hadis ini di-dhaif-kan Syaikh Al-Albani dalam kitabnya, Al-Ahadis Adh-Dhaifah
wal Maudhu’ah hadis no. 364).
Oleh karena itu, mengunjungi Masjid Nabawi untuk shalat di
dalamnya adalah ibadah dan seorang Muslim boleh menjadikan sebagai tawassulnya
kepada Tuhan, sehingga Allah SWT memenuhi kebutuhannya dan memberikan keridhaan
kepadanya. []
Referensi: Ensiklopedi Muslim
Minhajul Muslim/Karya: Abu Bakr Jabir Al-Jazairi/Penerbit: Darul Falah

