DALAM pembahasan MUI,
stasiun televisi yang ditemukan melakukan pelanggaran siaran, yakni Trans7, dengan program “OVJ Sahur Lagi”, “Ramadhan di Rumah Uya” dan “On The
Spot”. Namun di sisi lain, Trans7 juga
menyiarkan program Ramadhan yang berkualitas seperti Hijab Hunt, Jazirah Islam, Journey of Backpacker. Ini
menunjukkan dua sisi yang bertolakbelakang dalam penyelenggaraan siaran
Ramadhan di Trans7.
OVJ Sahur Lagi “menjual”
candaan garing dan sindiran atas kekurangan fisik seseorang yang sebenarnya
dilarang dalam P3SPS. Di Pasal 15 P3SPS disebutkan “lembaga penyiaran tidak
boleh menyajikan program yang menertawakan, merendahkan, dan/atau menghina
orang dan/atau kelompok masyarakat.”
Di program “Ramadhan Rumah Uya” (edisi 13 Juni 2016), ditemukan
co-host yang sebenarnya pria namun berpakaian seperti wanita yakni kebaya dan
sanggul. Hal ini dilarang berdasarkan Surat Edaran KPI yang melarang penampilan
kebanci-bancian.
Begitu pula, tim
pemantau menemukan materi mistik dalam program “On The Spot” pada
edisi “7 Sosok Menyeramkan Bersama Artis Korea” yang tayang
pada 16 Juni 2016. Tayangan mistik ini tentunya bertentangan dengan pasal 3 UU
Penyiaran No 32 tahun 2002.
Program Net.TV
Apakah siaran lawak di bulan Ramadhan buruk? Jawabannya adalah tidak. Net TV menunjukkan siaran yang di dalamnya ada hal-hal ringan komedi tapi kontennya berbobot dan sarat akan satir/sindiran terhadap realitas kehidupan.
Apakah siaran lawak di bulan Ramadhan buruk? Jawabannya adalah tidak. Net TV menunjukkan siaran yang di dalamnya ada hal-hal ringan komedi tapi kontennya berbobot dan sarat akan satir/sindiran terhadap realitas kehidupan.
Program “Ini Sahur” yang menghadirkan Cak Lontong menjadikan
siaran “Ini Sahur” enak ditonton, tidak menggurui namun penuh dengan
nilai-nilai edukatif. Net TV sepertinya memang “menjual” Cak Lontong yang mahir
membawakan pesan-pesan kebaikan uinversal dengan ciri khasnya yang penuh dengan
satir dan sindiran.
Tidak hanya itu, Net TV juga berupaya keras menggaet hati umat
Islam dengan menghadirkan “Muslim Travelers”
program liputan feature tentang kehidupan Muslim mancanegara. Ada pula sinetron
reliji “Kesempurnaan Cinta” yang melukiskan realita kehidupan
masyarakat dengan segala problematika yang dihadapi.
Cak Lontong mengisi
layar Net TV dalam program “Renungan Sejenak”.
Program ini lagi-lagi menjadi satir atas kehidupan kita yang dibawakan secara
apik oleh Cak Lontong.
Gaduhnya Kompas TV
Begitu pula dengan Kompas TV. Meski membuat gaduh dengan pemberitaan warteg Saeni yang dianggap “anti Perda Syariat”, ternyata stasiun televisi ini serius menggarap program Ramadhan yang sarat makna. Kompas TV memang mempertahankan image nya sebagai yang terdepan dalam stand up comedy.
Begitu pula dengan Kompas TV. Meski membuat gaduh dengan pemberitaan warteg Saeni yang dianggap “anti Perda Syariat”, ternyata stasiun televisi ini serius menggarap program Ramadhan yang sarat makna. Kompas TV memang mempertahankan image nya sebagai yang terdepan dalam stand up comedy.
Oleh sebab itu, program Ramadhan yang diproduksinya tidak
jauh-jauh dari komedi. Salah satunya program yang diproduksi adalah Komedi
Ramadhan, Sapa Ramadhan dan Cerita Hati (talkshow ringan yang dibawakan mantan
artis yang kini menjadi wakil rakyat Desy Ratnasari)
Reputasi ANTV
ANTV masih memiliki reputasi kurang baik dalam memproduksi program Ramadhan. Pesbuker Ramadhan menjadi “mimpi buruk” umat Islam yang tengah menyelenggarakan sahur dan berbuka puasa. Masyarakat pun mengeluhkan Pesbuker yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan yang ditayangkan di luar Ramadhan, hanya ditambahkan diksi Ramadhan menjadi “Pesbuker Ramadhan”.
ANTV masih memiliki reputasi kurang baik dalam memproduksi program Ramadhan. Pesbuker Ramadhan menjadi “mimpi buruk” umat Islam yang tengah menyelenggarakan sahur dan berbuka puasa. Masyarakat pun mengeluhkan Pesbuker yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan yang ditayangkan di luar Ramadhan, hanya ditambahkan diksi Ramadhan menjadi “Pesbuker Ramadhan”.
Busana pembawa acara,
tema yang dibincangkan, perilaku siaran dan dialog yang terjadi selama program
disiarkan, menjadi persoalan karena sama sekali tidak mencerminkan spirit
Ramadhan. Uttaran juga mendapat respon
negatif dari masyarakat karena dalam beberapa adegan dianggap bertentangan
dengan akidah Islam.
Super Family 100 pun demikian, dikeluhkan masyarakat karena
ditemukan dalam beberapa episode pakaian dan gaya peserta kuis yang sensual dan
tidak mencerminkan spirit Ramadhan. Di Pesbuker Ramadhan edisi 7 Juni 2016, tim
pemantau menemukan busana yang tidak layak dikenakan para pembawa acara maupun
bintang tamu karena bertepatan dengan umat Islam yang sedang menyelenggarakan
ibadah berbuka puasa dan tarawih. Hal ini juga sebenarnya bertentangan dengan
keputusan Komisi Fatwa MUI tentang Pornografi dan Pornoaksi.
Trans TV & Teletubbies
Trans TV memiliki cara sendiri dalam menggaet hati umat Islam di bulan Ramadhan. Beberapa program reguler, seperti Mozaik Islam, Islam Itu Indah dan Berita Islam Terkini menjadi andalan di bulan suci. Mengapa disebut andalan? Hal itu karena program-program tersebut “diletakkan” di jam-jam sahur dan berbuka puasa.
Trans TV memiliki cara sendiri dalam menggaet hati umat Islam di bulan Ramadhan. Beberapa program reguler, seperti Mozaik Islam, Islam Itu Indah dan Berita Islam Terkini menjadi andalan di bulan suci. Mengapa disebut andalan? Hal itu karena program-program tersebut “diletakkan” di jam-jam sahur dan berbuka puasa.
Secara keseluruhan tim Pemantau MUI memberi apresiasi atas
diproduksinya siaran-siaran yang sebenarnya program reguler. Persoalan muncul
di program Mari Kita Sahur (Markisa) edisi 14 Juni 2016 di mana di salah satu
gambar adalah muncul empat talent yang mengenakan busana mirip teletubbies.
Tim Pemantau mencurigai tampilan talent tersebut sebagai bagian
dari kampanye LGBT karena warna dari masing-masing busana menunjukkan simbol
pelangi (rainbow) yang menjadi simbol LGBT. Tayangan ini berpotensi melahirkan
polemik di tengah masyarakat karena beberapa waktu lalu rakyat Indonesia dibuat
gaduh dengan munculnya gerakan dan kampanye LGBT.
