Bank
Indonesia secara resmi memperkenalkan uang rupiah tahun emisi 2016 ke hadapan
publik. Tujuh pecahan uang kertas dan empat pecahan uang logam telah
diterbitkan, bertepatan dengan hari bela negara. 12 sosok pahlawan nasional dan
pemandangan alam beserta tarian nusantara hadir dalam pecahan baru, sebagai
bentuk apresiasi terhadap perjuangan pahlawan bangsa.
Peluncuran dilakukan secara live streaming, dan diikuti 45
kantor perwakilan BI di seluruh Indonesia, termasuk BI Kanwil Malang. Sementara
Presiden Indonesia, Joko Widodo hadir meresmikan dengan didampingi oleh
beberapa jajaran pemerintah pusat.
Presiden Indonesia, Joko Widodo dalam sambutannya
mengatakan, setiap lembar rupiah merupakan bukti kemandirian ekonomi ditengah
ekonomi dunia. Setiap lembar rupaih, selalu ditampilkan gambar pahlawan
nasional, tarian nusantara, dan pemandangan Indonesia, sebagai wujud kecintaan
budaya dan karakteristik budaya Indonesia.
“Karena itu saya mengajak setiap insan di tanah air
untuk terus mencintai rupiah dengan selalu menggunakan rupiah dalam transaksi
di dalam negeri,” katanya beberpa menit lalu.
Ketika cinta rupiah, menurutnya, kabar bohong terkait rupiah akan sangat ditepis. Karena rupiah memang tidak akan pernah digantikan. Sementara terkait pemalsuan uang, teknologi pengamanan diharap dapat lebih diperkuat dan diperlihatikan secara benar terhadap kesediaan rupiah diberbagai wilayah Indonesia, sampai daerah pelosok sekalipun.
“Karena rupiah itu identitas dari Indonesia yang harus
dijaga,” paparnya.
Gubernur BI, Agus Martowardojo menambahkan, rupiah
merupakan simbol dan alat pembayaran sah yang wajib digunakan diseluruh
Indonesia. BI sebagai pengelola uang rupiah, berkewajiban mengeluarkan hingga
menarik rupiah.
“Dan hari ini, BI berkesempatan untuk kembali meluncurkan
rupiah baru,” katanya.
Sementara itu, Kepala BI Kanwil Malang, Dudi Herawadi
menambahkan, sebagaimana peraturan Presiden, setiap peluncuran uang baru harus
disertai dengan gambar dari pahlawan Indonesia.
Dengan dikeluarkan pecahan baru tersebut, pecahan rupiah
lama masih berlaku sebagai uang pembayaran sah, sepanjang belum dicabut
peredarannya oleh BI. Sedangkan masyarakat Indonesia sudah dapat menikmati uang
baru itu per hari ini, dengan menukarkannya di Bank Indonesia.
Deretan pahlawan yang menghiasi uang rupiah emisi 2016
adalah Proklamator Indonesia, Soekarno dan Hatta menghiasi Rp 100 ribu, Djuanda
Kartawidjaja di pecahan rupiah kertas Rp 50 ribu. Kemudian pecahan rupiah
kertas 20 ribu menampilkan gambar Ratulangi.
Selanjutnya pecahan rupiah kertas Rp 10 ribu menampilkan
gambar Frans Kaisiepo. Sedangkan pecahan rupiah kertas Rp 5 ribu menampilkan
gambar Idham Chalid. Gambar Mohammad Hoesni Thamrin menghiasi pecahan rupiah
kertas Rp 2.000. Kemudian gambar Tjut Meutia akan ada di pecahan rupiah kertas
Rp 1.000.
Gambar I Gusti Ketut Pudja ada di pecahan rupiah logam Rp
1.000. Gambar T.B. Simatupang di pecahan rupiah logam 500. Gambar Tjipto
Mangunkusumo ada di pecahan rupiah logam 200, dan gambar Herman Johannes ada di
pecahan rupiah Logam Rp 100.

