Berhati-hatilah dalam membuat lelucon, apalagi sampai
mengunggahnya ke sosial media. Apalagi jika
lelucon yang dipakai adalah kegiatan yang berkaitan dengan ibadah agama.
Inilah yang tak dipikirkan lima orang
pemuda di Malaysia. Mereka membuat lelucon tentang sholat jenazah di sebuah masjid. Entah apa
maksudnya, mereka mengunggah video tersebut ke sosial media.
Sudah pasti orang yang melihatnya akan
merasa jengkel. Dan perasaan kesal itulah yang melanda seorang pedagang di
Pekan Jementah, Johor, Malaysia.
Dia sengaja datang ke sebuah kantor polisi
untuk melaporkan sebuah klip video yang menghina dan mengolok-olok Islam Kepada Sinar Harian, dia mengatakan, pada detik ke-24, salah
seorang pria terlihat menggaruk kemaluannya. Kemudian diikuti oleh rekannya
yang menggaruk lutut kirinya menggunakan kaki kanan.
Sementara seorang lagi teman mereka
menggerak-gerakkan kepala seperti orang mengantuk.
Kemudian pada detik ke-32, 'jenazah'
tersebut bangun dan mereka semua melarikan diri. Salah seorang dari mereka
mengangkat kainnya sehingga menampakkan celana dalam.
" Meskipun video tersebut direkam sebagai iseng atau
hiburan, saya melihatnya sebagai suatu hal yang menyentuh sensitivitas umat Islam dan
saya meminta agar semua pihak menghentikan penyebaran video ini.
" Saya juga meminta Komisi Komunikasi
dan Multimedia Malaysia (SKMM) agar menyelidiki oknum-oknum yang ada di dalam
video tersebut dan memberikan hukuman yang setimpal," katanya.
(Sumber: sinarharian.com.my)

