Sebuah mahar merupakan bagian dari adat
India. Mahar tersebut bisa berupa uang tunai, perhiasan atau tanah yang
diberikan pengantin pria kepada pengantin wanita sebagai syarat pernikahan.
Namun, seorang istri di India ini menjadi ketakutan setelah
suami yang sudah tinggal bersamanya selama delapan tahun memotong hidungnya.
Pasalnya, pihak keluarga suami tak mampu membayar mahar untuk
istrinya.
Dikutip dari Daily Mail, Jumat (16/9/2016) Kamlesh Rathore (25)
dari Shahjahanpur, Uttar Pradesh, India Timur mengatakan bahwa telah menuntut
suaminya, Sanjeev Rathore (27) untuk memberikan mahar sebesar 550 pound atau Rp
11 juta.
"Dia melecehkan saya setiap hari. Dia berulang kali
mengatakan bahwa ayahnya sangat miskin dan tidak mampu memberikan sebanyak itu
tapi saya tak mendengarkan dan dia mengancam akan memenggal hidung saya,"
kata Kamlesh.
Selama delapan tahun menikah, Sanjeev sangat keras terhadap
Kamlesh. Sanjeev juga telah dipukuli selama bertahun-tahun menggunakan ikat
pinggang, sandal dan tongkat.
Kejadian ini memuncak pada 14 September lalu, ketika Kamlesh
sedang memasak makan malam tiba-tiba mertua dan suaminya menyekap dan memotong
hidungnya.
Mertua dan suaminya melarikan diri setelah
memotong hidung Kamlesh.
Ibu satu anak tersebut pun segera dibawa ke rumah sakit oleh
keluarganya yang tinggal berdekatan.
Namun, kakak Kamlesh, Sachin (25) mengatakan bahwa keluarganya
tak mampu mengoperasi hidungnya karena keterbatasan biaya.
"Suami adik saya sudah sangat kejam. Dia membuat hidup adik
saya mengerikan. Dia orang yang sakit," kata Sachin.
Kini kasus mahar dan keluarga menuntut mahar ini masih
diselidiki polisi di Shahjhanpur, India. Inspektur Manoj Kumar mengatakan bahwa
pihaknya kini tengah mengejar suami, ibu mertua, ayah mertua, adik dan kakak
ipar.
Sumber: http://www.dailymail.co.uk

