Setelah hasil putusan
Reshuffle Jilid II diumumkan oleh Presiden Joko Widodo, kini menteri yang
bekerja dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019 telah berganti jabatan. Salah
satunya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan yang kini digantikan
oleh mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Muhadjir Effendy.
Di akhir jabatannya,
Anies menuliskan sebuah surat mengharukan yang ia tujukan kepada para guru,
tenaga pendidik, dan kepala sekolah di seluruh Tanah Air. Dalam suratnya
tersebut, ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya
mengemban tugas selama 20 bulan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Berikut isi surat yang
Anies tuliskan pada Rabu, 27 Juli 2016, pagi hari.
"Kepada Yth,
Ibu/Bapak Guru, Kepala Sekolah, dan Tenaga Kependidikan
Assalamu'alaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Selama 20 bulan ini saya
mendapatkan kehormatan menjalankan sebuah amanah konstitusi dan amanah dari
Allah SWT untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa lewat jalur pemerintahan.
Hari ini saya mengakhiri masa tugas di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Tugas ini telah dicukupkan. Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi pada
Presiden Jokowi yang telah memberikan kehormatan ini. Tugas besar ini mendasar
karena pendidikan dan kebudayaan menyangkut masa depan kita, masa depan bangsa
tercinta.
Sejak bertugas di
Kemendikbud. saya meneruskan kebiasaan berkeliling ke penjuru Indonesia, ke
sudut-sudut Nusantara, berbincang langsung dengan ribuan guru dan tenaga
kependidikan. Saya menemukan mutiara-mutiara berkilauan di sudut-sudut tersulit
Republik ini. Dinding kelas bisa reyot dan rapuh, tapi semangat guru, siswa dan
orangtua tegak kokoh. Dalam berbagai kesederhanaan fasilitas, sebuah PR besar
Pemerintah, saya melihat gelora keceriaan belajar yang luar biasa.
Ibu dan Bapak yang amat
saya hormati, kami sebangsa menitipkan persiapan masa depan Republik ini. Di
sekolah tampak hadir bukan saja wajah anak-anak, tapi juga wajah masa depan
Indonesia. Teruslah songsong anak-anak itu dengan hati dan sepenuh hati, ijinkan
mereka menyambut dengan hati pula. Jadikan pagi belajar pagi yang cerah.
Sesungguhnya bukan matahari yang menjadikan cerah, tapi mata-hati tiap anak,
tiap guru yang menjadikannya cerah.
Di hari terakhir saya
bertugas di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ijinkan saya menyampaikan
harapan kepada Ibu dan Bapak semua. Harapan agar perubahan dalam pendidikan
terus menuju ke arah yang lebih baik. Mari kita teguhkan komitmen untuk
menjadikan sekolah sebagai taman yang penuh tantangan dan menyenangkan bagi semua
warga sekolah. Mari kita pastikan bahwa sekolah menjadi tempat di mana
anak-anak kita tumbuh dan berkembang sesuai kodratnya, memenuhi potensi unik
dirinya. Mari kita jadikan sekolah sebagai sumur amal yang darinya akan
mengalir pahala tanpa henti bagi lbu dan Bapak semua. Ibu dan Bapak, teruslah
bergandengan erat dengan orangtua, bersama-sama menuntun anak-anak meraih masa
depannya, menjawab tantangan jamannya, melampaui cita-citanya. Saya titipkan
kepada Ibu dan Bapak Guru berbagai perubahan yang telah kita mulai bersama,
baik dalam bentuk peraturan-peraturan baru yang mendorong ekosistem sekolah
menyenangkan dan bebas dari kekerasan, maupun melalui pembiasaan dan praktik
baik di sekolah.
lbu dan Bapak yang saya
banggakan, Menteri boleh berganti, tapi ikhtiar kita semua dalam mendidik
anak-anak bangsa tak boleh terhenti .Masih banyak pekerjaan rumah Pemerintah
yang harus ditunaikan bagi guru dan tenaga pendidikan. Saya percaya itu semua
akan dituntaskan.
Mari kita lanjutkan
perjuangan, beri dukungan pada komitmen pemerintah dalam membangun sekolah
menyenangkan, serta jaga stamina raga, rasa dari cipta lbu dan Bapak semua.
Ijinkan saya pamit sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, teriring rasa
terima kasih, juga permohonan maaf tak hingga atas segala khilaf yang ada.
Salam hormat saya untuk Ibu dan Bapak semua. Mari kita teruskan ikhitiar
mencerdaskan kehidupan bangsa ini."

