Sebuah penelitian mengungkapkan, orang Muslim di Inggris lebih
sulit diterima bekerja dibandingkan non Muslim. Padahal, mereka memiliki
kualifikasi yang setara, demikian disajikan dalam konferensi tahunan
Sociological Association Inggris, Kamis (07/04/2016).
Menurut situs Worldbulletin,
Penelitian ini dilakukan oleh Dr. Nabil Khattab dari Institut Doha, Qatar
dengan Dr. Shereen Hussein dari King College London. Mereka menggunakan satu
juta perempuan sebagai sample.
“Pakaian perempuan Muslim
mengungkapkan identitas mereka kepada calon majikannya. Pengusaha yang memilikiIslamophobia sangat mungkin melakukan
diskriminasi,” terang Dr. Nabil.
Studi ini menemukan, tingkat pengangguran perempuan Muslim
antara 5,9% dan sebanyak 27% tergantung pada latar belakang serta etnis wanita
tersebut. Sedangkan, tingkat pengangguran bagi wanita non-Muslim putih lebih
sedikit, yaitu 3,5 persen.
Tahun lalu kebencian terhadap Muslim di London meningkat 70
persen dibanding tahun sebelumnya. Secara khusus, Polisi Met pernah mencatat
sejumlah orang asing menyerang wanita berhijab dan memaksa mereka melepas
hijabnya.

