Sebuah foto dari Masjid Akseki Ahmet Hamdi Ankara menjadi viral
di media sosial, dimana sekelompok anak-anak sedang bermain di area khusus
bermain. Foto itu kemudian menjadi inisiatif bagi sejumlah masjid lainnya untuk
menjadi masjid ramah anak di seluruh Turki.
Seperti diberitakan
oleh DS, Senin (20/6/2016), keluarga yang mengunggah foto
tersebut, mengunjungi Masjid Ahmet Akseki untuk Shalat Tarawih. Mereka
menemukan area khusus anak-anak yang dapat digunakan untuk bermain dan
menikmati waktu mereka. Masjid Ahmet Akseki terletak di dekat kantor Urusan
Agama Kepresidenan Turki (DIB). Area khusus anak-anak itu mampu menampung 50
hingga 100 orang, yang dapat digunakan sambil menunggu orang tua mereka shalat
Tarawih.
Mansur Sagir, muadzin masjid, mengatakan bahwa area khusus di
Masjid Ahmet Hamdi Akseki hanyalah langkah pertama dari sebuah proyek yang
kedepannya akan menjadi fasilitas terbuka untuk umum dalam waktu dekat.
“Kami belum menemui pendapat yang kontra atau negatif. Ketika
para orang tua sedang beribadah, anak-anak mereka dapat bermain di sini atau
menemani orang tua mereka selama beribadah. Apa yang coba kita lakukan adalah
membuat masjid yang lebih ramah terhadap anak-anak. Anak-anak memiliki
teman-teman baru di sini dan bermain bersama-sama. Masjid ini menarik orang
dari daerah-daerah terpencil, “kata Sagir.
Ahmet Yasin Fasli, anak kecil asal Ankara yang mengunjungi
masjid, mengatakan bahwa ia menyukai area bermain itu. Yağmur Buruk, anak
lainnya yang datang ke masjid dengan orang tuanya, Ayahnya mengatakan bahwa
fasilitas baru itu menunjukkan pemikiran besar.
Di masa lalu, masjid di Turki sangat tidak bersahabat bagi
anak-anak, terutama bagi anak perempuan. Banyak masjid yang digunakan jamaah,
terutama kaum perempuan, lokasinya terpencil, ruangannya pengap dan terpisah
dari anak-anak mereka. Hal ini terjadi karena sebagian besar jamaah merupakan
laki-laki dan mereka mendapat prioritas utama, sementara banyak kebutuhan
perempuan yang diabaikan.
Dewasa ini, munculah ide bahwa masjid harus bisa diakses secara
berimbang oleh kedua gender. Masjid baru pun dibangun atau direnovasi, seperti
Masjid Camlica atau Masjid Marmara University School of Theology Istanbul yang
lebih ramah bagi perempuan. Dalam waktu dekat, masjid ramah anak diharapkan
semakin meluas di seluruh Turki.

