mengejutkan datang dari Spanyol, seperti dilansir oleh situs OnIslam beberapa waktu yang lalu, Spanyol
berencana memberikan kewarganegaraan kepada umat Islam yang mau menerima
Kristen (baca: murtad). Langkah ini dinilai menandai kembalinya taktik serta
strategi yang digunakan selama masa Inkuisisi Spanyol.
Situs Spanyol ETC mengutip pernyataan presiden
Konferensi Waligereja Spanyol (SEC) dan Menteri Kehakiman Alberto Ruiz
Gallardón yang dengan tegas mengatakan pada pekan lalu bahwa “Spanyol bukanlah
Spanyol tanpa Kristen dan tanpa Katolik.”
Konferensi
Waligereja Spanyol (SEC) adalah lembaga administrasi penyusunan uskup dari
seluruh Spanyol.
“Karena
dasar negara adalah Monarki Katolik yang memimpin Generalissimo untuk
memerintah Spanyol dari kasih karunia Tuhan, negara kita telah menjadi cadangan
spiritual Barat. Dan dengan itu bantuan Tuhan akan datang,” kata pernyataan
konferensi wali gereja Spanyol.
Menurut laporan ETC,
Muslim yang pindah ke agama Kristen harus disahkan oleh perwakilan dari Gereja
Katolik dan dilakukan di biara-biara tempat pengakuan. Parahnya lagi, bagi yang
ingin Murtad dari Islam ke Kristen diharuskan juga membayar biaya sebesar 60
Euro, yang rinciannya 5 Euro untuk negara Spanyol dan sisanya 55 Euro untuk
Gereja.
Muslim
membentuk 3% dari penduduk Spanyol, dengan 1,4 juta warga negara dan penduduk.
Namun, jumlah Muslim yang tidak terdaftar di Spanyol semakin meningkat, pada
saat rute laut antara Maroko-Spanyol menjadi titik masuk umum untuk para
pengungsi yang mencoba masuk ke Eropa secara ilegal karena mereka melarikan
diri dari konflik di Afrika serta Timur Tengah.
Di
Spanyol beberapa abad yang lalu menjadi salah satu pusat kekhalifahan Islam
serta peradaban dunia dan dikenal dengan nama Andalusia. Sampai akhirnya runtuh
dan diganti oleh pemerintahan Kristen yang memaksa umat Islam Spanyol
diharuskan memilih beberapa opsi, murtad, pindah ke wilayah lain atau dibunuh.

