Info Moeslim - semua umat bertanya tanya tentang hari kiamat apalagi berbicara tentang dajjal atau munculnya dajjal, iinilah penjelasan dari syekh yang memiliki kepala memanjang khas
syekh-syekh dari India. Pada acara yang dihadiri ratusan warga Bogor tersebut,
Ulama kelahiran 68 tahun yang lalu ini menyatakan sistem dunia saat ini sudah
dikuasai Israel.
“Israel sebetulnya
sudah menguasai dunia sekarang, karena Israel menguasai Amerika Serikat. Tapi
saat ini Israel menguasai dunia melalui belakang layar, besok tidak akan ada
lagi layar,” katanya dalam bahasa Inggris.
Jika situasi ini
dibiarkan, Syekh Imran memprediksi bahwa kemunculan Dajjal sudah tidak akan
lama lagi. Dajjal akan tampil seutuhnya dan umat Islam harus mempersiapkan
diri.
“Ketika Israel
menguasi dunia besok, seorang laki-laki akan tampil di Jerusalem dan mendeklarasikan
dirinya adalah Al-Massih Sang Penyelamat. Saya memperhitungkan ini akan terjadi
dalam kurun waktu kurang dari 25 tahun.”
Paparan Syekh Imran
tentu mengagetkan para jama’ah yang hadir. Namun Ulama yang pernah menimba ilmu
di Al Azhar Kairo ini meyakini bahwa kehadiran Dajjal sudah dinubuwahkan oleh
Rasulullah SAW.
“Nabi saw telah
menerangkan dia kepada kita. Dia adalah seorang Yahudi, muda, kuat dan
rambutnya keriting. Dia adalah Al-Massih Ad-Dajjal.”
Kehadiran Dajjal,
lanjut Syekh Imran, akan paralel dan simetris dengan diwujudkannya Tatanan
dunia baru atau New World Order lewat jalan penguasaan sistem Politik Zionis
Israel yang tengah dilancarkan Israel ke seluruh umat manusia sampai detik ini.
“Dalam rangka
menguasai dunia, Israel harus membangun kediktatoran politik universal kepada
seluruh manusia,” sambung pria yang memutuskan keluar dari Pemerintahan
Trinidad dan Tobago pada tahun 1985 dan memilih hidup di jalan dakwah ini.
Hitungan Syekh Imran
Menurut Syeikh Imran
Hussein, Dajjal semakin dekat dengan tujuan misinya. Hal ini berdasarkan amanat
dari pembawa pesan Allah, Nabi Muhammad SAW, dimana telah bersabda bahwa
setelah Dajjal dilepaskan, maka ia akan hidup dibumi selama 40 hari. Satu hari
pertama sama dengan satu tahun, satu hari kedua sama dengan satu bulan, satu
hari ketiga sama seperti satu minggu. Dan sisa hidupnya sama dengan waktu
manusia.
Bagaimana interpretasi
Syeikh Imran terhadap hadits tersebut?
Menurut Syeikh Imran,
ketika masa Dajjal dipersamakan satu hari sama dengan satu tahun, maka Inggris
menjadi markasnya. Ketika masa Dajjal satu hari sama dengan satu bulan, maka
Amerika Serikat menjadi markasnya. Akhirnya, ketika masa Dajjal satu hari sama
dengan satu minggu, ia akan kembali ke tanah asalnya. Kepulangan kembali itu akan
menyampaikan Dajjal untuk menyelesaikan tugas pertamanya.
Satu hari sama dengan
satu tahun adalah ketika Inggris berkuasa di dunia dan poundsterling menjadi
mata uang internasional. Dan ketika Dajjal pindah ke masa satu hari sama dengan
satu bulan adalah masa ketika Amerika Serikat menggantikan posisi Inggris
sebagai negara adikuasa yang memimpin dunia dan dolar menjadi mata uang
internasional.
Kini Amerika Serikat
sudah mulai perlahan-lahan lengser dari tampuk kekuasaan dunia, dan Israel akan
menggantikan tempatnya. Tetapi bagaimana dengan jenis mata uangnya? Dolar
Amerika akan hancur. Kehancurannya akan menyeret kehancuran semua mata uang di dunia.
Setelah masa kehancuran dolar itu, maka kita tidak akan melihat lagi jenis uang
kertas.
Lalu mata uang baru
apa yang akan mendominasi dunia? Apakah mata uang baru yang akan digunakan
Israel untuk memperbudak manusia-sebagaimana halnya yang telah dilakukan
Amerika Serikat dengan dolarnya? Jawabannya adalah Israel akan menggunakan mata
uang yang kasat mata, yang tidak bisa kita lihat. Uang yang tidak bisa diraba,
sehingga kita tidak dapat menyentuhnya. Uang itu adalah uang elektronik.
Dan hal paling aneh
dan berbahaya tentang uang elektronik adalah bahwa uang tersebut dikendalikan
oleh sebuah sistem perbankan yang menguasai seluruh dunia. Dan orang Yahudi-lah
yang mengendalikan sistem tersebut. Ini bukanlah sekedar omong kosong. Bukan
pernyataan ngelantur. Tapi sebuah kenyataan.
Kapankah akhir rencana Dajjal?
Sekarang mari kita
melakukan penghitungan hari Dajjal berdasarkan pidato yang disampaikan Syeikh
Imran Hussein di atas.
Menurut Islam, satu
tahun di surga sama dengan 1000 tahun di dunia manusia atau waktu yang berjalan
di muka bumi. Dengan demikian kita bisa memperkirakan bahwa Dajjal telah
berkuasa dari Inggris selama 1000 tahun, melalui kerajaan Inggris yang
merupakan kekuatan dunia saat itu. Bukan suatu kebetulan jika monarki Inggris
sudah berkuasa sejak tahun 900 dan menjadi kekuatan yang mendominasi dunia.
Kesimpulannya, 900+1000
= 1900. Hingga tahun 1900 Inggris memimpin dunia.
Pada tahun 1917,
Amerika secara resmi terlibat dalam Perang Dunia. Keterlibatan ini menjadi awal
lahirnya sebuah negara adidaya. Sejak saat itulah peralihan masa Dajjal dimulai
menjadi “satu hari sama dengan satu bulan”. Jika satu tahun sama dengan 1000
tahun, maka satu bulan berarti 1000:12, yang berarti 83 tahun. Tahun 1917
ditambah dengan 83, maka akan sampai pada tahun 2000. Hingga pada tahun 2000
Amerika memimpin dunia. Kemudian, mulai tahun 2000, Dajjal akan memimpin dari
Israel dengan jangka waktu kekuasaan “satu hari sama dengan satu minggu”.
Dengan formula yang
sama, kita harus membagi lagi angka 83 dengan angka 4, maka hasilnya kurang
lebih 21 tahun. Tambahkan tahun 2000 dengan 21 tahun, maka itu berarti tahun
2020 – 2023 tergantung kita merujuk kepada perhitungan bulan atau matahari. Apa
yang terjadi pada tahun 2020 -2023 itu?
Tibalah kita ke akhir
rencana Dajjal. Pada saat itu, Illuminati diharapkan akan memindahkan dan
mengamankan pemerintahan dunia ke Israel, dimana yang dipertaruhkan lebih dari
sekedar negara kecil, melainkan sebuah ide besar, yaitu Tatanan Dunia Baru.
Sadarkah kita, apa
yang sebenarnya menjadi pemicu masalah di Timur Tengah dan dunia? Bahwa setiap
masalah yang timbul dan perang yang terjadi di muka bumi sengaja dilakukan
untuk melindungi pembentukan dan keamanan Negara Israel. Semua pihak yang
menentang akan diperangi. Kemudian, pada saatnya Dajjal akan menampakan
wujudnya dan menempati tahtanya di Israel, maka sejak saat itu ke depannya
perhitungan hari Dajjal akan sama seperti perhitungan hari di muka bumi.
(Pizaro/Berbagai
sumber)

